“Mbu..mbu…” begitulah ketika si kecil Adit anak kami, saat pertama kali mengeluarkan kata yang tidak jelas suku katanya. Mamanya sebagai pengasuh yang paling setia mendengarkan pertama kali ucapan itu yang keluar dari bibir manis si Adit. Ketika Adit menjulurkan bibirnya yang mungil dengan di basahi air liurnya itu seraya terdengar teriakannya yang begitu keras melengking membuat seisi rumah menjadi ramai.
Tidak hanya itu di usianya yang genap 5 bulan ini, Adit sudah mampu membalikan badannya dengan usahanya sendiri membentuk posisi tengkurep. Kendati lehernya hanya mampu menopang kepalanya hanya sekejap tidak menghalangi upayannya untuk menegakan kepalanya secara berulang- ulang. Sesekali kami membantunya untuk mengembalikan ke posisi semula, karena khawatir perutnya tidak mampu menopang tubuhnya terlalu lama hingga nafasnya tersengal-sengal.
Kami lihat, banyak sekali perubahannya. Khususnya kebiasaan si Adit, Mulai dari ngompol, sampai kebiasaan yang baru muncul seperti kebiasaan pegang- pegang muka lalu menerkam dan langsung mencakarnya dengan tangannya yang masih mungil itu, cakarannya lumayan membuat muka terasa sakit.
Kebutuhan akan Susu ( netek ) tidak boleh putus. Kalau mamanya tidak berhalangan, susu ASI masih menjadi kebutuhan pokok si Adit disaat mau bobo selain pilihan susu kemasan merk S-26. Waktu mimik susu disaat posisi tiduran tak hanya dibantu mamanya, tapi sekarang si Adit sudah mampu memegang dot susu tanpa harus dibantu walaupun belum cukup sempurna. Pagi baru bangun mimik susu, siang kadang-kadang mimik susu, malam harus mimik susu. Semua ini bikin stress dan bikin pusing kepalaku. Yang penting mamanya tidak ikutan stress kalau mamanya stress = anak ikut stress, maklum anak pertama, masih belum ngerti apa-apa.
Senyum manis yang polos dan sederhana membuat siapapun jadi gemes melihatnya, ketika siapapun yang merasa dikenalnya lalu menyapanya dengan senyum, si Adit dengan reaksi girangnya pasti membalasnya dengan perasaan senang seakan mengajaknya untuk bercanda.
Mainan boneka karet hadir sebagai mainan pertama si Adit selain boneka anjing dari Kanada juga beruang besar yang selalu menemaninya bobok.
Mainan karet itu di belikan Pamannya atas suruhan saya selaku orang tuanya, karena dengan mainan jenis itu berharap si Adit bisa melatih kecakapan tangan dan ototnya untuk mengenggam benda yang lunak, selain juga bisa mengenal warna yang didesain dengan warna lampu kelap kelip.
Lain cerita, bebek dan ayam yang selama ini diperlakukan khusus sebagai hadiah ketika Adit upacara tiga bulanan tumbuh dan berkembang seiring perkembangan fisik Adit. Keduanya mempunyai warna yang sama yakni warna putih. Alangkah senangnya dia melihat binatang kesayangannya bermain bebas di halaman rumah. Bebek dan ayamnya juga memiliki rasa sayang yang sama dengan Adit terbukti ketika mau meninggalkan rumah, di ambang pintu perpisahan keduanya malahan ikut mengiringi, seolah memberi pesan hati- hati dalam perjalanan.
Sekian dulu, ini hanya catatan kecil si Adit, semoga bermanfaat buat yang baca. Kami selaku orang tua akan terus sebisa mungkin memantau tentang pertumbuhan dan perkembangan putra pertama kami Adit, melalui media yang sedianya akan dimanfaatkan untuk sebuah catatan kisah. ( eja )
Tidak hanya itu di usianya yang genap 5 bulan ini, Adit sudah mampu membalikan badannya dengan usahanya sendiri membentuk posisi tengkurep. Kendati lehernya hanya mampu menopang kepalanya hanya sekejap tidak menghalangi upayannya untuk menegakan kepalanya secara berulang- ulang. Sesekali kami membantunya untuk mengembalikan ke posisi semula, karena khawatir perutnya tidak mampu menopang tubuhnya terlalu lama hingga nafasnya tersengal-sengal.
Kami lihat, banyak sekali perubahannya. Khususnya kebiasaan si Adit, Mulai dari ngompol, sampai kebiasaan yang baru muncul seperti kebiasaan pegang- pegang muka lalu menerkam dan langsung mencakarnya dengan tangannya yang masih mungil itu, cakarannya lumayan membuat muka terasa sakit.
Kebutuhan akan Susu ( netek ) tidak boleh putus. Kalau mamanya tidak berhalangan, susu ASI masih menjadi kebutuhan pokok si Adit disaat mau bobo selain pilihan susu kemasan merk S-26. Waktu mimik susu disaat posisi tiduran tak hanya dibantu mamanya, tapi sekarang si Adit sudah mampu memegang dot susu tanpa harus dibantu walaupun belum cukup sempurna. Pagi baru bangun mimik susu, siang kadang-kadang mimik susu, malam harus mimik susu. Semua ini bikin stress dan bikin pusing kepalaku. Yang penting mamanya tidak ikutan stress kalau mamanya stress = anak ikut stress, maklum anak pertama, masih belum ngerti apa-apa.
Senyum manis yang polos dan sederhana membuat siapapun jadi gemes melihatnya, ketika siapapun yang merasa dikenalnya lalu menyapanya dengan senyum, si Adit dengan reaksi girangnya pasti membalasnya dengan perasaan senang seakan mengajaknya untuk bercanda.
Mainan boneka karet hadir sebagai mainan pertama si Adit selain boneka anjing dari Kanada juga beruang besar yang selalu menemaninya bobok.
Mainan karet itu di belikan Pamannya atas suruhan saya selaku orang tuanya, karena dengan mainan jenis itu berharap si Adit bisa melatih kecakapan tangan dan ototnya untuk mengenggam benda yang lunak, selain juga bisa mengenal warna yang didesain dengan warna lampu kelap kelip.
Lain cerita, bebek dan ayam yang selama ini diperlakukan khusus sebagai hadiah ketika Adit upacara tiga bulanan tumbuh dan berkembang seiring perkembangan fisik Adit. Keduanya mempunyai warna yang sama yakni warna putih. Alangkah senangnya dia melihat binatang kesayangannya bermain bebas di halaman rumah. Bebek dan ayamnya juga memiliki rasa sayang yang sama dengan Adit terbukti ketika mau meninggalkan rumah, di ambang pintu perpisahan keduanya malahan ikut mengiringi, seolah memberi pesan hati- hati dalam perjalanan.
Sekian dulu, ini hanya catatan kecil si Adit, semoga bermanfaat buat yang baca. Kami selaku orang tua akan terus sebisa mungkin memantau tentang pertumbuhan dan perkembangan putra pertama kami Adit, melalui media yang sedianya akan dimanfaatkan untuk sebuah catatan kisah. ( eja )
Waaahh... mulai rajin nge-BLoGnya. Tapi ngomong" itu yang besar boneka beruang atw boneka kelinci siy ? kan telinganya panjang KA ?
ReplyDeletengomong", tampilan blognya dah mulai ramah dan nyaman untuk mata. Salut ka untuk perkembangannya. :)
ReplyDeletesegala bentuk perubahan dan peekembangan yang ada tidak terlepas dari beberapa acuan PanDeBaik begitu juga saran yg sifatnya membangun,thak's alot Pak Pande,...ngomong2 saya bikin teks di Dpsr tapi kenyataan nya yang terbayang beruang ternyta Kelinci..he...terlanjur ....
ReplyDeletejadi pengen nambah anak lagi. :D
ReplyDeleteMas Anton(A!);makasi dah komen,monggo silahkan menyusul untuk yang kedua atau yang ketiga,tak tunggu kelanjutannya,...
ReplyDelete